07 June, 2008

Las Gesek Puntir (friction stir welding)

Pada las gesek puntir, sumber panas untuk menyambung pelat berasal dari gesekan yang timbul antara perkakas las yang berputar dan permukaan pelat. Karena tidak sampai mencairkan logam induk maka proses penyambungannya berlangsung dalam kondisi padat (solid state) dan akibat adanya penekanan.Keuntungan menggunakan proses penyambungan dengan las gesek puntir antara lain :
a. Distorsi kecil
b. Karakteristik fatik yang baik
c. Tidak memerlukan logam pengisi
d. Tidak memerlukan banyak pengontrolan seperti pada pengelasan busur listrik.
Contoh bidang pemakaian proses pengelasan ini seperti pada industri pembuatan kapal laut, industri jalan kereta, industri otomotif, konstruksi, listrik dan peralatan makanan.
GTAW/TIG
(Gas Tungsten Arc Welding/Tungsten Inert Gas)


Proses ini termasuk pengelasan mencair dimana sebagian logam induk mencair akibat pemanasan busur listrik. Seperti pada proses SMAW dan GMAW, pada proses GTAW ini busur listrik timbul diantara ujung elektroda dan permukaan benda kerja. Prinsip dasar dari proses GTAW ini tidak jauh berbeda dengan GMAW. Pada proses ini juga digunakan gas pelindung seperti Argon dan Helium sebagai pelindung kubangan logam las.

Adapun perbedaan yang cukup nyata adalah pada penggunaan material elektroda. Pada GMAW, elektroda juga berperan sebagai penyuplai logam las dan oleh karenanya maka elektroda ini terbuat dari logam yang mirip dengan logam induk dan ikut mencair. Pada GTAW, elektroda terbuat dari Tungsten (wolfram) yang tidak ikut mencair. Untuk menyuplai logam las diperlukan kawat las (logam pengisi / filler metal) yang diberikan secara manual. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada proses GTAW ini, logam pengisi atau kawat las dapat diberikan pada sambungan ataupun tidak sama sekali.
Proses GTAW kebanyakan dipakai untuk mengelas logam-logam seperti baja tahan karat (stainless steel), Aluminium dan Titanium. Logam-logam tersebut memerlukan perhatian khusus selama proses pengelasannya.

Guideline for GTAW :
www.millerwelds.com/pdf/gtawbook.pdf

22 May, 2008

Sambungan Las

Penyambungan dalam pengelasan diperlukan untuk meneruskan beban atau tegangan diantara bagian-bagian yang disambung. Karena meneruskan beban, maka bagian sambungan juga akan menerima beban. Oleh karenanya, bagian sambungan paling tidak memiliki kekuatan yang sama dengan bagian yang disambung.
Untuk dapat menyambung dua komponen logam diperlukan berbagai jenis sambungan. Pada sambungan inilah nantinya logam tambahan diberikan, sehingga terdapat kesatuan antara komponen-komponen yang disambung. Berbagai jenis sambungan yang dimaksud adalah :
1. Sambungan Temu (Butt Joint)
2. Sambungan T (Tee joint)
3. Sambungan Sudut (Corner joint)

4. Sambungan Saling Tumpang (Lap Joint)
5. Sambungan Sisi (Edge Joint)

Stick Welding (SMAW/MMAW)

Shielded Metal Arc Welding (SMAW) sering juga disebut dengan stick welding atau covered electrode welding. Proses ini masih merupakan proses pengelasan yang paling banyak digunakan di industri. Fluks yang menyelubungi kawat las ikut mencair selama pengelasan dan fluks cair ini bertugas melindungi kubangan logam las. Setelah membeku, fluks cair menjadi terak dan harus dihilangkan/dibersihkan dengan dipukul-pukul atau digerinda. Fluks juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai penyuplai unsur paduan dan deoksidiser bagi logam las.

Keunggulan Proses
  • Peralatan yang digunakan sederhana, relatif murah dan portabel
  • Sensitivitas terhadap tiupan angin lebih rendah dibandingkan proses las busur berpelindung gas.
  • Mampu mengelas pada berbagai posisi pengelasan.
sumber: www.materialsengineer.com

google search